Shoum para Ahli Hakekat...
Dalam
hitungan beberapa hari lagi, Romadhon akan tiba, umat Islam di seluruh penjuru
dunia akan melaksanakan ibadah shoum. Selamat menjalankan Ibadah Shoum kepada
semua....
Umumnya
umat Islam melukiskan bulan romadhon sebagai bulan bertabur berkah dan
maghfiroh. Dilukiskan sebagai bulan suci bulan penuh berkah dan karenanya
muncul anggapan bulan lain tidak suci dan tidak penuh berkahnya. Tidak salah
dengan keyakinan itu, namun bisa mengarahkan kita pada pemahaman dan pemaknaan sempit:
hanya pada bulan romadhon saja kita mencari keberkahan, ampunan, dan kesucian
diri.
Bersyukur
seluas jagat raya, kita berguru kepada seorang pewaris amaliyah para kekasih
Alloh dari unsur Anbiya wal Mursilin, Khulafaurosyidin wa syahidin, Aulia wa Sholihin
jalur Silsilah Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyaah Ma'had Suryalaya, melalui
pintu Pangersa Guru Agung Abah Aos telah mengajarkan kepada kita bahwa
masing-masing bulan dalam Tahun Hijriyah memiliki keutamaan masing-masing.
Dalam karya magnum opusnya Kitab 'Fadhoilusyuhur' Pangersa Abah mengupas makna
hakikat huruf demi huruf dari nama bulan-bulan Kalender Islam. Semuanya
berdimensi spiritual dan memiliki keutamaannya sendiri-sendiri.
Juga
bersyukur setinggi angkasa, ibadah shoum kita akan lebih bernilai, karena kita
sudah punya alat penyampai ibadah shoum kita kepada Alloh. Oleh Pangersa Guru
Agung Abah Aos, shoum kita telah disempurnakan dari sekedar 'shoum syariat'
(menahan tidak minum, tidak makan, dan tidak bersenggama dengan istri dari
sejak imsak shubuh hingga tiba maghrib) menjadi shaum thoriqoh (menahan tidak
menyentuh hal-hal yang subhat apalagi maksiat karena hati dan diri selalu hadir
dengan dzikir khofi).
Inilah
shoum hakikat kaum hakikat, seperti dilukiskan oleh Pangersa Abah, karena menghadirkan
dua bentuk shoum, syariatnya ya thoriqohnya. Imam Al Ghozali membuat kategori
orang yang menunaikan ibadah shoum ke dalam tiga: shoum awwam, shoum khawash
dan shaum khowasul khowas. Harus yakin shoum kita diborong ketiga-ketiganya
oleh Guru kita untuk kita.
Melalui
Pangersa Abah dari gurunya dari gurunya dari gurunya sampai kehadiran
Rosululloh shollolohu 'alaihi wasallam ini pula kita mendapatkan ajaran yang
jadi amalan ibadah yang nilainya lebih baik dari seribu bulan tanpa harus
menunggu untuk mendapatkannya di 10 hari terakhir bulan romadhon.
Apakah
gerangan ajaran yang jadi amalan yang dimaksud?
Yaitu
Talqin Dzikr Agung dari Yang Maha Agung yang telah ditetapkan (lailatul qodr =
saat pertama kita memperoleh Talqin Dzikr) oleh Guru Agung ke dalam tiga lapis
ruh kita: 12 huruf ditetapkan di ruh jismani (Laa ilaaha illalloh) 4 huruf
ditetapkan di ruh ruhani (Alloh) dan 1 huruf ditetapkan di ruh sulthoni (Hu).
Dengan ungkapan lain, kepada siapa yang sudah memperoleh Talqin Dzikr itu
artinya ia sudah memperoleh lailatul qodr, meski pelaksanaa Talqinnya di saat
siang. Alhamdulillah.
Dari
lisan Pangersa Abah, lailatul qodar itu harfiyahnya bimakna 'malam ketetapan'.
Apa yang ditetapkan? Yaitu saat diturunkannya inti Laa Ilaaha Illalloh ke dalam
diri Nabi Muhammad dan umatnya melalui lisan para penerus beliau hingga hingga
hari penghabisan. Yaitu ketika diturunkan keseluruhan Alquran yang dikumpulkan
dalam kantung asma (Hu): Alhamdulillah. Setiap detak jantung dan helaan nafas
kita, keluar masuk dan bersama Ismu Dzat yang Maha Agung (waladzikrullohu
akbar).
Oleh
karenanya di hari kesepuluh terakhir bulan Romadhon kita diwajibkan untuk
melaksanakan sholat untuk syukuran atas karunia agung ini, melalui sholat
sunnah lailatul qodar. Ini bukan sholat untuk menjemput, apalagi mencari
lailatul qodar, sekali lagi, ini adalah tasyakur mini'mah kepada Alloh atas
dilarutkannya dzikr Agung. Alhamdulillah.
Sekali
lagi, selamat menjalankan ibadah shoum....
Salam
khidmah,
Abah Jagat [Pembantu Khusus Abah Aos]