Selasa, 31 Mei 2016

Amaliyah Yaomiyah Romadhon Seri 2

Amaliyah Yaomiyah Romadhon Seri 2:
Kebiasaan dan Kesenangan Pangersa Abah
WIRID KHOTAMAN ba'da ashar setiap hari
Pangersa Abah memaklumatkan dan melaksanakan Khotaman setiap ba'da ashar selama bulan romadhon. Dan selama sebulan penuh khotaman ba'da maghrib ditiadakan (tidak dilaksanakan).
TAWASUL-an jelang buka puasa.
Kebiasaan Pangersa Abah beberapa saat menjelang buka shoum atau tiba waktu maghrib ialah melaksanakan Tawasul ijasah Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Ma'had Suryalaya.
BERBUKA Shoum
Ketika adzan maghrib tiba, Pangersa Abah berbuka dengan mengucap doa umumnya:
"Allahummalakasumtu wabika aamantu wa'alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin"
Dilanjutkan meneguk air putih atau minuman segar menyehatkan lainnya. Lalu tajil dengan makanan ringan, sambil bersiaga melaksanakan sholat maghrib awal waktu. Seperti kebiasaannya, saat muadzin melafalkan kalimah hayya 'alasholah Pangersa Abah sudah di atas sajadah. Segera adzan usai, berdoa' lalu sholat sunnah dua rokaat dilanjut berjamaah maghrib.
Setelah purna sholat tetap dengan dzikir harian namun setelah sempurna bilangan dzikr Pangersa lalu melaksanakan sholat ba'diyah maghrib dan sholat-sholat sunnah setelahnya.
Baru setelah purna sholat-sholat sunnah, Pangersa Abah menyantap hidangan buka puasa seperti umumnya... sampai menjelang tiba sholat Isya... (BERSAMBUNG)
Salam khidmah,
Abah Jagat [Pembantu Khusus Abah Aos]



Amaliyah Yaomiyah Romadhon Seri-1:
Kebiasaan dan Kesenangan Pangersa Abah
Kepada para ikhwan yang ingin merasakan 'sensasi' yang berbeda dalam menjalani aktivitas selama bulan Romadhon, yuk kita simak dan ikuti apa saja dan bagaimana Pangersa Guru Mursyid Abah Aos memaknai sang waktu di bulan Romadhon. Wabilkhusus, kebiasaan-kesenangan beliau dalam menjalankan ibadah shoum dan amaliyah lainnya di bulan romadhon.
Mengikuti dan menekuni kebiasaan dan kesenangan Pangersa Abah ini sangat penting bagi seorang murid thoriqoh antara lain sebagai bentuk: 1) Robithoh (slalu mengikatkan hati/diri dengan syeikh Mursyid), murid yang slalu berrobithoh adalah murid yang bukan cuma ingat (kepada gurunya) akan tetapi juga yang senantiasa mengamalkan amaliyah yaomiyah dari Guru Mursyidnya; 2) Fana' wal baqo' fisyeikh (membuang kebiasaan sepenuhnya dan menggantinya dengan kebiasaan Syeikhnya), karena Syeikhnya adalah seorang yang sudah memfana'kan dan membaqo'kan diri kepada gurunya kepada gurunya kepada gurunya hingga kepada Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam.
Secara umum, amaliyah yaomiyah Pangersa Guru Agung Abah Aos tidak banyak berubah dengan hari-hari lainnyah. Tetap dengan sholat awal waktunya, dzikr jahrnya yang banyak, tetap slalu hidup hatinya dengan khofi di mana saja dan kapan saja. Tetap dengan paket amaliyah sholat-sholat sunnahnya di malam hari, "ISIS-nya", DHUHA-nya dan juga sholat sunnah setelah maghrib. Pembedanya tentu amaliyah khas Romadhon.
Kebiasaan dan kesenangan Pangersa Abah ini tentu merupakan pengamalan, pengamanan dan pelestarian kebiasaan dan kesenangan dari gurunya dari gurunya dari gurunya sampai ke hadirat Kanjeng Nabi Muhammad shollalohu 'alaihi wasallam.
KAPAN Pangersa Abah memulai shoum 1 Romadhon?
Para ikhwan pengamal amaliyah Thoriqoh Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah Ma'had Suryalaya tidak perlu bingung apalagi ribut dengan perbedaan kapan mulau bershaum dan berlebaran. Karena kita sudah punya Tanbih yang mengajarkan ketaatan kepada Agama dan Negara. Jadi, apa yang diputuskan oleh Negara melalui pemerintah Kementerian Agama itulah panduan dan pegangan kita semua dalam menyikapi 1 Romadhon dan 1 Syawal. Alhamdulillah.
NIAT Shoum dan kapan melafalkannya?
Pangersa Abah mengazamkan niat bershoum setelah purna pelaksanaan sholat tarowih pertama dengan lafal: "Nawaitu sauma ghadin an'adai fardi syahri ramadhana hadzihisanati lillahita'ala"
SHAHUR atau tidak dan pukul berapa?
Pangersa Abah selalu bersahur karena sahur bukan sekedar makan sahur agar kuat bershaum melainkan sahur itu sendiri bagian dari ibadah dan untuk keberkahan shoum kita. Sabda Nabi Shollallohu 'alaihi wasallam yang masyhur: "tasaharru fainna fi tasahhur barokah" (bersahurlah karena dengan begitu ada limpahan berkah).
Pangersa Abah Aos melaksanakan sahur secara istiqomah pada pukul tiga dini hari. Jadi pukul tiga itu bukan bangun untuk sahur tapi sudah mulai menyantap sahur. Jadi jam berapa saja shubuhnya Pangersa Abah menyantap sahur pukul 3.
TADARRUS dan KHOTAM Al Quran sebelum hari kesepuluh 10 bulan romadhon.
Kesenengan Pangersa Abah adalah tadarrus (membaca) Al Quran. Pernah suatu Pangersa Abah berkisah, sebelum tiba hari Manaqiban di Pesantren SIRNARASA Pangersa sudah tamat (khotam) Al Quran. Sambil menunggu shubuh biasa bertadarus dan waktu-waktu senggang. {BERSAMBUNG}
Salam khidmah,
Abah Jagat [Pembantu Khusus Abah Aos]


Shoum para Ahli Hakekat...
Dalam hitungan beberapa hari lagi, Romadhon akan tiba, umat Islam di seluruh penjuru dunia akan melaksanakan ibadah shoum. Selamat menjalankan Ibadah Shoum kepada semua....
Umumnya umat Islam melukiskan bulan romadhon sebagai bulan bertabur berkah dan maghfiroh. Dilukiskan sebagai bulan suci bulan penuh berkah dan karenanya muncul anggapan bulan lain tidak suci dan tidak penuh berkahnya. Tidak salah dengan keyakinan itu, namun bisa mengarahkan kita pada pemahaman dan pemaknaan sempit: hanya pada bulan romadhon saja kita mencari keberkahan, ampunan, dan kesucian diri.
Bersyukur seluas jagat raya, kita berguru kepada seorang pewaris amaliyah para kekasih Alloh dari unsur Anbiya wal Mursilin, Khulafaurosyidin wa syahidin, Aulia wa Sholihin jalur Silsilah Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyaah Ma'had Suryalaya, melalui pintu Pangersa Guru Agung Abah Aos telah mengajarkan kepada kita bahwa masing-masing bulan dalam Tahun Hijriyah memiliki keutamaan masing-masing. Dalam karya magnum opusnya Kitab 'Fadhoilusyuhur' Pangersa Abah mengupas makna hakikat huruf demi huruf dari nama bulan-bulan Kalender Islam. Semuanya berdimensi spiritual dan memiliki keutamaannya sendiri-sendiri.
Juga bersyukur setinggi angkasa, ibadah shoum kita akan lebih bernilai, karena kita sudah punya alat penyampai ibadah shoum kita kepada Alloh. Oleh Pangersa Guru Agung Abah Aos, shoum kita telah disempurnakan dari sekedar 'shoum syariat' (menahan tidak minum, tidak makan, dan tidak bersenggama dengan istri dari sejak imsak shubuh hingga tiba maghrib) menjadi shaum thoriqoh (menahan tidak menyentuh hal-hal yang subhat apalagi maksiat karena hati dan diri selalu hadir dengan dzikir khofi).
Inilah shoum hakikat kaum hakikat, seperti dilukiskan oleh Pangersa Abah, karena menghadirkan dua bentuk shoum, syariatnya ya thoriqohnya. Imam Al Ghozali membuat kategori orang yang menunaikan ibadah shoum ke dalam tiga: shoum awwam, shoum khawash dan shaum khowasul khowas. Harus yakin shoum kita diborong ketiga-ketiganya oleh Guru kita untuk kita.
Melalui Pangersa Abah dari gurunya dari gurunya dari gurunya sampai kehadiran Rosululloh shollolohu 'alaihi wasallam ini pula kita mendapatkan ajaran yang jadi amalan ibadah yang nilainya lebih baik dari seribu bulan tanpa harus menunggu untuk mendapatkannya di 10 hari terakhir bulan romadhon.
Apakah gerangan ajaran yang jadi amalan yang dimaksud?
Yaitu Talqin Dzikr Agung dari Yang Maha Agung yang telah ditetapkan (lailatul qodr = saat pertama kita memperoleh Talqin Dzikr) oleh Guru Agung ke dalam tiga lapis ruh kita: 12 huruf ditetapkan di ruh jismani (Laa ilaaha illalloh) 4 huruf ditetapkan di ruh ruhani (Alloh) dan 1 huruf ditetapkan di ruh sulthoni (Hu). Dengan ungkapan lain, kepada siapa yang sudah memperoleh Talqin Dzikr itu artinya ia sudah memperoleh lailatul qodr, meski pelaksanaa Talqinnya di saat siang. Alhamdulillah.
Dari lisan Pangersa Abah, lailatul qodar itu harfiyahnya bimakna 'malam ketetapan'. Apa yang ditetapkan? Yaitu saat diturunkannya inti Laa Ilaaha Illalloh ke dalam diri Nabi Muhammad dan umatnya melalui lisan para penerus beliau hingga hingga hari penghabisan. Yaitu ketika diturunkan keseluruhan Alquran yang dikumpulkan dalam kantung asma (Hu): Alhamdulillah. Setiap detak jantung dan helaan nafas kita, keluar masuk dan bersama Ismu Dzat yang Maha Agung (waladzikrullohu akbar).
Oleh karenanya di hari kesepuluh terakhir bulan Romadhon kita diwajibkan untuk melaksanakan sholat untuk syukuran atas karunia agung ini, melalui sholat sunnah lailatul qodar. Ini bukan sholat untuk menjemput, apalagi mencari lailatul qodar, sekali lagi, ini adalah tasyakur mini'mah kepada Alloh atas dilarutkannya dzikr Agung. Alhamdulillah.
Sekali lagi, selamat menjalankan ibadah shoum....
Salam khidmah,
Abah Jagat [Pembantu Khusus Abah Aos]