Selasa, 31 Mei 2016

Amaliyah Yaomiyah Romadhon Seri-1:
Kebiasaan dan Kesenangan Pangersa Abah
Kepada para ikhwan yang ingin merasakan 'sensasi' yang berbeda dalam menjalani aktivitas selama bulan Romadhon, yuk kita simak dan ikuti apa saja dan bagaimana Pangersa Guru Mursyid Abah Aos memaknai sang waktu di bulan Romadhon. Wabilkhusus, kebiasaan-kesenangan beliau dalam menjalankan ibadah shoum dan amaliyah lainnya di bulan romadhon.
Mengikuti dan menekuni kebiasaan dan kesenangan Pangersa Abah ini sangat penting bagi seorang murid thoriqoh antara lain sebagai bentuk: 1) Robithoh (slalu mengikatkan hati/diri dengan syeikh Mursyid), murid yang slalu berrobithoh adalah murid yang bukan cuma ingat (kepada gurunya) akan tetapi juga yang senantiasa mengamalkan amaliyah yaomiyah dari Guru Mursyidnya; 2) Fana' wal baqo' fisyeikh (membuang kebiasaan sepenuhnya dan menggantinya dengan kebiasaan Syeikhnya), karena Syeikhnya adalah seorang yang sudah memfana'kan dan membaqo'kan diri kepada gurunya kepada gurunya kepada gurunya hingga kepada Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam.
Secara umum, amaliyah yaomiyah Pangersa Guru Agung Abah Aos tidak banyak berubah dengan hari-hari lainnyah. Tetap dengan sholat awal waktunya, dzikr jahrnya yang banyak, tetap slalu hidup hatinya dengan khofi di mana saja dan kapan saja. Tetap dengan paket amaliyah sholat-sholat sunnahnya di malam hari, "ISIS-nya", DHUHA-nya dan juga sholat sunnah setelah maghrib. Pembedanya tentu amaliyah khas Romadhon.
Kebiasaan dan kesenangan Pangersa Abah ini tentu merupakan pengamalan, pengamanan dan pelestarian kebiasaan dan kesenangan dari gurunya dari gurunya dari gurunya sampai ke hadirat Kanjeng Nabi Muhammad shollalohu 'alaihi wasallam.
KAPAN Pangersa Abah memulai shoum 1 Romadhon?
Para ikhwan pengamal amaliyah Thoriqoh Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah Ma'had Suryalaya tidak perlu bingung apalagi ribut dengan perbedaan kapan mulau bershaum dan berlebaran. Karena kita sudah punya Tanbih yang mengajarkan ketaatan kepada Agama dan Negara. Jadi, apa yang diputuskan oleh Negara melalui pemerintah Kementerian Agama itulah panduan dan pegangan kita semua dalam menyikapi 1 Romadhon dan 1 Syawal. Alhamdulillah.
NIAT Shoum dan kapan melafalkannya?
Pangersa Abah mengazamkan niat bershoum setelah purna pelaksanaan sholat tarowih pertama dengan lafal: "Nawaitu sauma ghadin an'adai fardi syahri ramadhana hadzihisanati lillahita'ala"
SHAHUR atau tidak dan pukul berapa?
Pangersa Abah selalu bersahur karena sahur bukan sekedar makan sahur agar kuat bershaum melainkan sahur itu sendiri bagian dari ibadah dan untuk keberkahan shoum kita. Sabda Nabi Shollallohu 'alaihi wasallam yang masyhur: "tasaharru fainna fi tasahhur barokah" (bersahurlah karena dengan begitu ada limpahan berkah).
Pangersa Abah Aos melaksanakan sahur secara istiqomah pada pukul tiga dini hari. Jadi pukul tiga itu bukan bangun untuk sahur tapi sudah mulai menyantap sahur. Jadi jam berapa saja shubuhnya Pangersa Abah menyantap sahur pukul 3.
TADARRUS dan KHOTAM Al Quran sebelum hari kesepuluh 10 bulan romadhon.
Kesenengan Pangersa Abah adalah tadarrus (membaca) Al Quran. Pernah suatu Pangersa Abah berkisah, sebelum tiba hari Manaqiban di Pesantren SIRNARASA Pangersa sudah tamat (khotam) Al Quran. Sambil menunggu shubuh biasa bertadarus dan waktu-waktu senggang. {BERSAMBUNG}
Salam khidmah,
Abah Jagat [Pembantu Khusus Abah Aos]


1 komentar: